Rabu, 08 Desember 2010

psikologi perkembangan anak


Secara etimologis, psikologi berasal dari kata "Psyche" yang artinya jiwa atau rokh dan "logos" yang artinya ilmu yang mempelajari jiwa atau rokh.  Psikologi perkembangan yaitu psikologi  yang membicarakan perkembangan fisik dan psikis individu dari masa bayi sampai masa tua yang mencakup psikologi anak, psikologi remaja, psikologi orang dewasa, psikologi orang tua (usia lanjut).  Jadi Psikologi Perkembangan Anak adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang dimulai dengan periode masa bayi anak pemain, anak sekolah, masa remaja sampai periode adolesense (puber) menjelang dewasa.  Perkembangan itu sendiri adalah suatu urutan perubahan fisik dan psikis individu menuju ke arah yang lebih maju dan sempurna.  Perkembangan akan berlanjut terus hingga individu mengakhiri hayatnya. Aspek-aspek perkembangan anak : 1. Perkembangan Fisik (motorik) merupakan proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Setiap gerakan yang dilakukan anak merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan fisik (motorik) meliputi perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Kemampuan anak untuk duduk, berlari, dan melompat termasuk contoh perkembangan motorik kasar. Adapun perkembangan motorik halus merupakan perkembangan gerakan anak yang menggunakan otot-otot kecil atau sebagian anggota tubuh tertentu. Kemampuan menulis, menggunting, dan menyusun balok termasuk contoh gerakan motorik halus. 2. Perkembangan Emosi. Perkembangan pada aspek ini meliputi kemampuan anak untuk mencintai; merasa nyaman, berani, gembira, takut, dan marah; serta bentuk-bentuk emosi lainnya. Pada aspek ini, anak sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orangtua dan orang-orang di sekitarnya. Emosi yang berkembang akan sesuai dengan impuls emosi yang diterimanya. Misalnya, jika anak mendapatkan curahan kasih sayang, mereka akan belajar untuk menyayangi. 3.Perkembangan Kognitif, pada aspek perkembangan kogniti nampak pada kemampuannya dalam menerima, mengolah dan memahami informasi-informasi yang sampai kepadanya. Kemampuan kognitif berkaitan dengan perkembangan berbahasa (bahasa lisan maupun isyarat), memahami kata, dan berbicara. 4. Perkembangan Psikososial, Aspek psikososial berkaitan dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya, kemampuan anak untuk menyapa dan bermain bersama teman-teman sebayanya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak adalah : 1.Faktor Dalam; ras etnik/bangsa, keluarga, umur, jenis kelamin, genetik, kelainan kromosom. 2.Faktor luar; faktor prenatal: gizi, mekanis (posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kongenital seperti club foot), toksi/zat kimia (beberapa obat-obatan dapat menyebabkan kelainan kongenital), radiasi paparan radium dan sinar rontgen dapat kelainan pada janin seperti deformitas anggota gerak, infeksi, kelainan imunologi (adanya perbedaan golongan darah antara janin dan ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisi yang selanjutnya akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan kerusakan jaringan otak. Psikologi ibu: kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain. 4. Faktor persalinan. 5. faktor pascasalin. 6. Psikologis (Hubungan anak dengan orang sekitarnya.) 7. sosio ekonomi 8. lingkungan pengasuhan . 9. stimulasi  10. obat-obatan  Sedangkan ciri-ciri dan prinsip-prinsip tumbuh kembang anak adalah perkembangan menimbulkan perubahan, pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya, pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda,prkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan.  Faktor-faktor lain yang mempengaruhi perkembangan individu antara lain: faktor pembawaan, faktor lingkungan dan faktor kematangan atau masa peka.

31 komentar:

  1. ass..
    saya lisa mahasiswi semester ! IAI AL-AQIDAH
    menurut saya faktor perkembangan dan pertumbuh anak sangat berpengaruh dalam perkembangan anak yaitu faktor dari luar yang berupa faktor gizi. Baik fakror gizi anak di dalam kandungan maupun gizi setelah anak lahir. jika gizi yang diberikan si ibu saat anak dalam kandungan kurang itu dapat berdampak negatif bagi perkembangan anak saat anak itu lahir dan dapat menimbulkan kondisi anak saat lahir tidak nornmal dan berpengaruh buruk untuk perkembangan anak setelah anak itu lahir. Dan bila anak itu sudah lahir dan gizi yang di berikan si ibu kepada anak kurang, itu dapat memperhambat perkembangan dan pertumbuhan anak dan dapat menimbulkan berbagai penyakit kepada anak sehingga si anak tidak berkembang dengan baik. selain itu faktor yang berpengaruh bagi perkembangan anak yaitu faktor lingkungan si anak tinggal, karna bila anak tumbuh di lingkungan yang kumuh itu dapat mempengaruh bagi kesehatan anak dan dapat menghambat perkembangan anak.Dan bila masyarakat sekitar tidak mendukung perkembanagan si anak, si anak pun tidak dapat berkembang dan tumbuh dengan baik.

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum, saya Elsih Rismiyati (riris), mahasiswi STAINDO AL-AQIDAH semester 1

    Menurut saya, memang benar kemampuan anak-anak menjadi tuntutan tugas perkembangannya di usia dini. Tidak hanya cukup pada usia dini saja, melainkan juga sejak dari masa bayi, bahkan sejak pra-lahir sampai usia tua, baik perkembangan fisik maupun psikis.

    Perkembangan ini tidak hanya terbatas pada tumbuh menjadi besar, melainkan juga terdiri dari serangkaian perubahan-perubahan yang progresif dan teratur serta berpautan yang menuju ke arah kematangan.

    Dan juga menurut saya, mempelajari psikologi perkembangan memang sangat penting, karena ada beberapa tujuan dalam mempelajari psikologi, yaitu menemukan fakta-fakta dan bermacam prinsip tingkah laku manusia, sehingga dengan demikian dapat memahami diri kita sendiri dan orang lain.

    Dengan memahami barmacam prinsip tingkah laku, kita dapat meramalkan tingkah laku orang lain dan dapat mengendalikan atau mengevaluasi tingkat kenormalan tingkah laku, baik diri sendiri maupun orang lain.

    Psikologi memiliki banyak kegunaan yang dapat dimanfaatkan di segala bidang kegiatan. Khusus mengenai psikologi perkembangan, manfaatnya sangat besar dalam bidang pendidikan dan pengajaran, terutama bagi seorang guru. Dengan menguasai psikologi ini, guru dapat memilih bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, dapat menggunakan bahasa sesuai tingkat kemampuan muriduntuk memahaminya, dan dapat menetapkan metode pengajaran sesuai dengan tingkat perkembangan anak atau murid.

    BalasHapus
  3. Ass...
    Saya Ninig Atikah mahasiswi Semester I IAI. AL-AQIDAH.

    Saya ingin mengomentari tentang Psikologi Perkembangan Emosi terhadap Anak dalam kehidupan sehari-hari, perkembangan emosi anak memang sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dalam faktor internalnya yaitu berasal dari dalam keluarga, bila didalam keluarga selalu diberikan pendidikan yang penuh dengan kasih sayang, maka si anakpun akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang dan perkembangan emosi pun akan stabil, anak pun akan menjadi sebuah pribadi yang santun, itupun harus didukung dari faktor eksternalnya, yaitu dari lingkungan sekitar, biladi dalam keluarga sudah diberikan pendidikan yang bagus tetapi dilingkungan sekitar yang ia dapat tidak sama dengan yang ia dapat dalam keluarga, maka akan banyak timbul ketimpangan dan kebimbingan pada si anak.

    BalasHapus
  4. Assalamu'alaikum,
    saya Mulkissari(sari), mahasiswi STAINDO AL-AQIDAH semester 1

    menurut pendapat saya perkembangan emosi dan psikososial pada anak ditunjang dari berbagai faktor,diantaranya berawal dari masa dimana anak dalam kandungan, si ibu telah mengajarkannya dengan cara bagaimana si ibu berinteraksi dengan lingkungan sekitar, faktor
    kejiwaan sang ibu,makanan serta asupan nutrisi
    juga turut andil dalam pembentukannya. Faktor keluarga,kasih sayang,perlindungan dan kenyamanan yang diterima anak akan memberikan rasa percaya diri yang baik,hingga anak dapat menerapkannya pada saat ia berinteraksi dengan teman sebayanya dan lingkungan tempat dimana ia berada,hingga keberadaannya dapat diterima dimana pun ia ada.Faktor yang juga tak kalah penting adalah pendidikan, seorang anak yang lebih dulu mengenal dunia pendidikan sedari dini akan lebih bisa bersosialisasi dan mengontrol emosinya,karena ia telah lebih dulu menemukan gesekan dan benturan sosial dan ia akan lebih mudah mengatasinya bila mana kejadian itu berulang lagi.

    BalasHapus
  5. HERNIYATI. SEMESTER 1. AL AQIDAH
    komentar teori bermain.
    Ya, karena dengan adanya tuntutan tugas perkembangan, secara tidak langsung menjadikan anak usia dini mengalami proses-proses perkembangan fisik dan psikologi. dan dalam proses-proses tersebut anak usia dini telah melakukan berbagai kesempatan-kesempatan dalam bermain yang merupakan salah satu sarana bereksplorasi maupun belajar yang diperlukan. hal ini terjadi secara bertahap dan sesuai dengan tahap perkembangan/tugas-tugas individu anak usia dini.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  8. Assalamualaikum...
    Saya Kiki Zakiah. Mahasiswa Semester 1 STAINDO/Al-Aqidah Pondok Aren-Tangerang Selatan


    Saya berpendapt bahwa Orng tua & orang2 disekitar anak merupakan salah 1 faktor yang berperan pentig dalam melewati setiap aspek/tahapan perkembangan anak...Perlakuan/Pola Asuh "Overproteksi"dengan alasan kekhwatirn yng berlebihn,justru akan membuat anak tak kreatif,pasif,tak mandiri&rapuh.Misal:ank d'lrang memanjat"swing"/prosotan dengan alasan takut jatuh.Padahal memanjat merupakan kegiatan motorik kasar yang bisa merangsang otot2 kaki menjadi lebih kuat,asal diawasi&didampingi.Perlakuan ortu yang Serba melayani/selalu membantu/tak membiasakn anak melakukan aktivitasnya sendiri,misal:selalu diamblikn keperluannya,makan disuapi,selalu dipakaikan baju,menyebabkan lambatnya kemampuan motorik hlus anak.Namun,kbanykn ortu tdk menyadari hal ini...Dengan alasn biar cpat slesai,katany.Dlm prkmbangn emosiny,intraksi ank dg org2 yg sring ia temui juga sangat berpengaruh.Ia akan lihat eksprsi sedih sang Ibu ketika k'hilngan dompet,misalny.Atau ia lihat ungkpan bhgia ibu ktk mdpt hdiah dr Ayah.Tgs qt sbg ortu ad mngnalkn emosi pd ank,shingg ia akn mnmpilkn emosi yg tpat. Untuk prkmbngan kognitif pun, lg2 ank hrs m'dpat bnyk stimulasi dr orang-orang terdekatnya...kebiasaan anak-anak "cerewet" kadang ditanggapi negatif oleh orangtua...anak diminta diam, bahkan didiamkan...padahal seharusnya kita serius mendengarkan setiap pertanyaan yang anak ajukan..bahkan disaat2 kita habiskan waktu bersamanya, tetap komunikasikan hal apapun yang kita lakukan..hal ini akan mempengaruhi perkembangan kognitif anak membangkitkan rasa percayadiri pada anak, karena ia merasa dihargai dan didengar..sekalipun oleh orang yang lebih tua darinya..sedangkan kemampuan psiko sosial anak kelak akan membuat anak bisa survive dengan lingkungannya..ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan kemampuan psiko sosial, misalnya : membiarkan anak bermain dengan teman2nya, mengajak anak terlibat dalam kegiatan sehari-hari dirumah, mengajak anak dalam acara keluarga, Dsb...Bahkan ada 5 "magic words" yang dapat kita tanamkan pada anak sejak dini yaitu : "Maaf, Tolong, Terimakasih, Silahkan dan Permisi"...kata-kata ajaib ini kan menjadi kunci keberhasilan anak-anak dalam berinteraksi dengan lingkungannya....

    BalasHapus
  9. ass, saya lisa mahasiswi semester 1 IAI AL-AQIDAH
    menurut saya kemampuan-kemampuan anak itu memang menjadi tutunan tugas perkembangannya di usia dini. Karna perkembangan itu sendiri merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang di pengaruhinya. Oleh karna itu kemampuan-kemampuan anak seperti berjalan,memegang pensil, berbicara dan emosi itu nantinya harus berkembang dengan proses waktu yang cukup sampai dia bisa mengembangkan kemampuan-kemampuan itu. contohnya saat dia hanya bisa berjalan, dia mempunyai tigas untuk mencoba belajar berlaridan dengan proses waktudia menjadi bisa berlari. Dan saat dia hanya bisa memegang pensi, dia mempunyai tuntutan untuk bisa menulis dan lain sebagainya. Dan dengan proses waktu dan usaha untuk mencobanya dia menjadi bisa menulis. Dan kemampuan-kemampuan itu pun menjadi berkembang dengan adanya tuntutan-tuntutan tersebut. Dan saat kemampua-kemampuan itu berkembang dengan baik, maka tugas perkembangan di usia dini pun telah mereka jalankan denagn seiringnya waktu.

    BalasHapus
  10. assalamualaikum wr wb.
    saya tahyuni semester 1 IAI AL-AQIDAH
    komentar saya adalah psikologi yang berkenaan dengan emosi dan psikososial. faktor emosi dipengaruhi oleh lingkungan dan keluarga. lingkungan keluarga dapat dipengaruhi kedaan didalam keluarga itu sendiri. adanya rasa nyaman, aman, saling sayang dan membutuhkan satu dengan yang lain. faktor lingkungan yaitu adanya hubungan dengan orang lain, misalanya teman. faktor keluarga dan lingkungan berperan aktif dalam perkembangan jiwa anak, keadaan anak dapat terpengaruh dari lingkungan yang baik ataupun tidak baik. peran orang tua diperlukan karena orang tua adalah orang yang terdekat dalam perkembangan jiwa anak.keadaan jiwa dipengaruhi ketika masih ada dalam kandungan jiwa seorang ibu hatus tenang dan nyaman sehingga anak yang dikandungpun akan turut merasakan apa yang dirasakan oleh ibu yang mengandungnya.
    psikososial mempengaruhi perkembangan jiwa anak karena adanya perkembangan-perkembangan yang mempengaruhi perkembngan seoang anak, perkembangan itu bisa bersifat baik atau buruk, tinggal orang tua saja yang mengarahkannya.

    BalasHapus
  11. assalammu`alaikum..
    saya yulia pratiwi mahasiswi Al-aqidah pondok jati - tangerang selatan jurusan PAUD semester 1
    berpendapat bahwa,perkembangn psikososial,periode ini merupakan kelanjutan dari masa bayi (lahir-usia 4th) yamg ditandai dengan perkembangan fisik,motorik,dan kognitif.psikososial pd tahap ini anak dapat menghadapi dan menyelesaikan tugas / perbuatan yang dapat membuahkan hasil,sehingga dunia psikososial anak menjadi semakin kompleks.misalnya, anak sudah dapat meninggalkan rumah dan orang tuanya pd waktu yg terbatas,misal pd anak disekolah.melalui proses pendidikan ini anak belajar untuk bersaing (besaing hal yang positif tentunya), saling memberi dan menerima, stia kawan dan belajar terhadap peraturan2.proses sosialisasi terpengaruh oleh guru dan teman sebayanya.identifikasi (pencarian jati diri,kita sebut saja begitu)bukan lagi terhadap orang tua melainkan pd guru.identifikasi tdp tokoh tertentu yang menarik perhatiaannya.selain itu anak tidak lagi berlaku egosentris, ia telah mempunyai jiwa kompetitif sehingga dapat memilah apa yg baik bagi dirinya mampu memecahkan masalh sendiri..tentunya peran dan campur tangan orang tua dan para pendidik sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak..
    kiranya,sedikit dari saya semoga bisa diambil manfaatnya.wassalam..

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum wr. wb.

    saya Andi fiqriani mahasiswa STAINDO semester 1
    saya berpendapat bahwa pra lahir,orang tua dan lingkungan merupakan peran penting dalam setiap tahapan tumbuh kembang anak. masa anak dalam kandungan yang kurangnya aupan gizi dari si ibu membuat tumbuh kembang si anak lambat atau juga dapat mengakibatkan anak lahir cacat baik fisik maupun psikis.

    Peran orang tua dalam perkembangan segala aspek apabila anak di didik dalam lingkungan keluarga yang pendiam,tertutup pada lingkungan sekitar dan jarang sekali mengajak anak berbicara maka sianak akan bersosialisasi dan mengakibatkan emosi yang labil.
    Peran lingkungan, apabila si anak hidup di dalam lingkungan yang mengkat dalam setiap tingkah laku si anak, Conto: Sianak memanjat pohon yang agak tinggi di sekolah,lau seorang guru melarang nya "jangan nak,nanti jatuh" perkataan seperti itu akan membuat si anak menjadi seorang yang pemberontak (anak yang selalu ingin melakukan sesuatu yang dilarang orang lain)

    Asupan gizi yang cukup pada masa dalam kandungan, peran orang tua yang aktif dalam segala kebutuhan aspek anak dan lingkungan sekolah yang mendukung aktifitas anak membuat anak tumbuh menjadi anak yang sehat fisik baik fisik maupun psikis.

    Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum..

    BalasHapus
  13. Assalammu'alaikum Wr.Wb...
    Saya Titin Sukasih, mahasiswi semester 1 Al-Aqidah

    Menurut saya, Aspek psikososial berkaitan dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan, yang berawal dari janin dalam kandungan, dimana seorang ibu dapat berkomunikasi dengan bayi yang dikandungnya. Adapun perkembangan anak bukan hanya ditentukan dengan kebutuhan gizi marko dan gizi mikro saja tapi juga amat ditentukan oleh stimulasi psikososial sejak dari janin sampai dengan anak berusia 6 tahun. Seperti halnya dengan intervensi gizi, semakin awal stimulasi psikososial diberikan semakin baik hasil yang dicapai. Anak yang memperoleh gizi dan stimulasi psikososial, mempunya performent lebih baik dibandingkan mereka yang hanya menerima salah satunya saja.
    Perkembangan anak dipengaruhi dengan interaksi yang kompleks dengan berbagai tingkatan lingkungan sekitarnya, lingkungan anak merupakan lingkaran struktur dari interaksi yang saling berhubungan antara di dalam dan di luar rumah dan menjadi penggerak perkembangan anak. Begitu juga keluarga sangat berperan penting bagi perkembangan anak. Perkembangan anak ditentukan oleh apa yang dialami dalam situasi seperti apa anak menghabiskan waktunya.
    Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa periode kritis adalah periode khusus, ketika perkembangan biologis anak berada dalam tahap prima untuk mengembangkan struktur syaraf dan atau keterampilan-keterampilan yang dipengaruhi oleh stimulus yang tepat. Kemampuan-kemampuan dasar tersebut sangat penting dikuasai anak untuk kehidupan anak selanjutanya. Kegagalan anak dalam menguasai kopetensi dasar ini akan sangat memperngaruhi perkembangan mereka selanjutnya seperti kurang rasa percaya diri dan harga diri anak.

    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum Wr. Wb

    BalasHapus
  14. Assalamu'alaikum wr. wb.

    saya Tri Handayani mahasiswa STAINDO Semester 1
    menurut saya,orang tua berperan penting dalam perkembangan anak, dimulai sejak dalam kandungan dimana asupan gizi sangat penting untuk menunjng kecerdasan otak si anak.
    Faktor dari dalam lingkungan keluarga,cara mendidik anak dengan baik membuat anak tumbuh dan berkembang dengan sikap baik, contoh: dari cara makan, biasanya anak mencoba makan sendiri, melihat orang tua melakukan suatu pekerjaan,si anak akan meniru tingkah laku apa yang di kerjakan orang tua, jadi biarkan anak melakukan anak melakukan aktiviatasnya agar tidak terhambat perkembangan dari aspek motoriknya.
    Faktor lingkungan, apabila anak hidup di lingkungan yang baik maka anak akan berperilaku baik terhadap orang tua atau oarang yang lebih tua dan orang-orang disekitarnya.

    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    BalasHapus
  15. Menurut pendapat saya (berdasarkan pengalaman pribadi), faktor yang paling penting namun justru sering diabaikan oleh orang tua adalah dalam kaitannya dengan Psikologi Perkembangan Anak adalah "feedback" dan "cara pandang" orang tua terhadap anak.

    1. Feedback
    Ada ungkapan yang mengatakan bahwa "anak adalah mesin fotocopy tercanggih di dunia". Dengan kata lain, anak bisa dengan mudah dan cepat mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Hal-hal tersebut kemudian diterapkan (ditirukan) secara spontan tanpa mengetahui apakah hasilnya baik atau buruk. Ketika si orang tua sadar bahwa ada beberapa "hasil fotocopy" yang tidak berkenan dengan mereka, seringkali mereka hanya bisa memvonis si anak (menyalahkan, cenderung memarahi). Padahal secara tidak langsung lingkungan yang paling dekat dengan si anak (dalam hal ini orang tua) lah yang menyebabkan si anak akhirnya divonis "bersalah"!
    Seyogyanya para orang tua bisa lebih berhati-hati jika berperilaku, berucap dan bertindak di hadapan anak-anak apabila mereka memang menginginkan si anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

    2. Cara Pandang
    Kebanyakan orang tua kurang bisa menempatkan anak-anak apabila si anak sedang dalam posisi "bersalah". Ketika orang tua mendapati si anak telah melakukan kesalahan atau hal-hal yang tidak diinginkan oleh orang tua, spontan orang tua memperlakukan anak layaknya "terdakwa" atau bahkan "bawahan" yang tidak bisa mengikuti kemauan atasan (orang tua).Walhasil, umpatan dan makian, bahkan mungkin cercaan dan hinaan disertai emosi tingkat tinggi yang diterima oleh si anak. Pertanyaannya adalah, pantaskah si anak diperlakukan seperti itu??
    Semoga bisa menjadi bahan perenungan bagi kita semua serta memberikan manfaat.
    Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan.

    Terima kasih,

    Siti Kamila

    BalasHapus
  16. ass..wr.wb..saya nursutiasih mahasiswa kampus kordova semester 1
    menurut pendapat saya dengan adanya psikologi perkembangan kita dapat mengetahui tumbuh kembangnya dan tingkah laku manusia.Selain itu juga pembagian perkembangan itu adalah suatu cara memudahkan bagi kita dalam mempelajari dan memahami perkembangan jiwa anak.Pada setiap usia
    perkembangan nya.
    Dari semua aspek-aspek perkembangan anak yang telah disebutkan diatas dpt disimpulkan bahwa dengan adanya perkembangan fisik motorik ,perkembangan emosi,perkembangan kognitif,perkembangan psikososial kita dpt mengetahui anak yang pertumbuhan dan perkembangannyaitu cepat atau lambat.Dan setiap anak itu juga pertumbuhan perkembangannya baik
    atau tidaksangat dipengaruhi oleh :
    1.Faktor pembawaan sejak lahir
    2.Faktor lingkungan(keluarga,sekolah,dan masya-
    rakat)
    3.Faktor kematangan adalah faktor kesiapan se-
    perti anak sudah mampu untuk belajar menulis
    dan membaca.

    BalasHapus
  17. Ass,Buu...saya Zulaeha(Al Aqidah)
    Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak terdapat hal yang perlu diingat,bahwa:
    1.Hukum bertahan dan berkembang sendiri
    Pada diri anak ada 2 dorongan:Dorongan bertahan agar survive dan berkembang sendiri
    2.Hukum tempo perkembangan
    Bahwa tiap anak mempunyai kecepatan perkembangan masing-masing
    3.Hukum irama perkembangan
    Bahwa kadang anak dapat berlari cepat,kadang ia lambat dan dapat berhenti
    4.Hukum masa peka
    Bahwa ada saatnya perkembangan anak lebih baik dari perkembangan yang sebelumnya
    5.Teori rekapitulasi
    Bahwa tahap-tahap perkembangan anak di contohkan seperti fase-fase orang primitif
    6.Teori masa menentang
    Anak yang sekiranya kita katakan penurut,suatu waktu berubah menjadi penentang,ada 2 tahap: sekitar usia 3,0-5,0 thn dan 14-17thn
    7.Teori penjelajahan dan penemuan
    Bahwa anak yg lhir belum memiliki pengetahuan apapun,maka dg menjelajah ia akan menemukan sebuah ketrampilan/pengetahuan yg baru
    8.Teori Taqdir
    Diatas segala teori yang dikemukakan berjuta ahli..............Allah SWT jua-lah yang mengatur segala hal bahwa ada anak yg berkemampuan tinggi ada jg yg rendah,walaupun terlahir dari orang tua yg sama ,bahkan kembar sekalipun!
    Disinilah para ahli psikolog Barat lepas dr pengamatannya.Pdhal kodrat/ketentuan Allah berlaku atas semua............

    BalasHapus
  18. ass bu saya yuliana,,,,,,
    menurut pendapat saya perkembangan emosi anak dimulai sejak anak lahir hingga masa anak. anak mengembangkan emosinya melalui pengalaman yang didapat dari berinteraksi dengan orang-orang di sekitar lingkungannya, dimanah orang tua dan orang di sekitar anak merupakan salahsatu paktor yang berperan penting dalam melewati tahap perkembangan anak.
    misalnya : kita dalam keluarga selalu memberikan pendidikan yang penuh kasih sayang dan perhatian maka si anak juga akan mendapatkan curahan kasih sayang mereka akan belajar untuk menyayangi dan mengembangkan sikap empatinya kepada orang disekitarnya dan perkembangaan emosi pun akan setabil.
    semakin bertambah usianya, anak pun dapat menyatakan rasa sayang nya dengan cara lain yaitu menggungkapkannya dengan lisan. jadi, perkembangan emosi anak sangat penting dijadikan perhatian kusus bagi orang tua dan lingkungan di sekitrnya sebab proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kehidupan mereka pada masa yang mendatang.

    BalasHapus
  19. Assalamualaikum.wr.wb
    Bu, saya teti maryati mahasiswa STAINDO semester 1
    Pendapat saya tentang Perkembangan Emosi adalah:
    Emosi menghubungkan tubuh dengan otak dan menyediakan energi untuk memacu prestasi akademis, kesehatan atau keberhasilan pribadi, emosi dapat menimbulkan hal yang negatif atau positif. Bagi seorang anak emosi dapat dipengaruhi kejiwaan yang masih kekanak-kanakan yang belum dapat mengendalikan karena diotaknya hanya ada egoisme untuk mencapai keinginan serta anak-anak belum bisa membedakan apakah itu benar atau salah. Emosi juga dapat dipengaruhi dari orang tua, teman, keluarga, serta lingkungan disekitarnya. Emosinya bisa dalam bentuk bahagia, takut, marah, sedih, malu, cemburu serta bisa juga dalam keadaan apabila sianak sedang sakit atau dalam keadaan tegang diotaknya.
    Peran orang tualah yang menjadi penentu apakah emosi sianak dapat diarahkan menjadi emosi yang positif jika orang tua memberikan pendidikan yang baik tentang bagaimana sianak untuk dapat mengendalikan emosi dengan cara memberikan perhatian, serta mencurahkan kasih sayang, dan dengan kesabaran memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari agar sianak dapat terlatih dan terbiasa mengendalikan emosi serta dapat membentuk karakter emosi yang positif. Dalam emosi sifat bawaan (Genetik) dan pola pengasuhan juga bisa dikatakan sebagai faktor pencetus dari pembentukan karakter emosi anak, tetapi faktor yang lebih dominan emosi dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitarnya.
    Terima Kasih,
    Wassalamualaikum,wr.wb

    BalasHapus
  20. Ass...
    saya fauziah STAINDO AL-AQIDAH
    Menurut saya dalam dalam perkembangan motorik ada tiga unsur yang memegang peranan penting, yaitu otot,otak,dan saraf-saraf di namakan motorik. mula-mula bayi dapat menguasi otot-otot bibir,lidah,mata,dan sebagainya, kemudian ia menguasai otot-otot leher dan bahunya, perkembangan motorik berkembang secara bertahap dan berbeda pada setiap anak ada yang lebih cepat dan ada yang lebih lambat tergantung pada kondisi pertumbuhan anak itu sendiri.

    BalasHapus
  21. Assalammualaikum.Wr.Wb
    Sakinah Smt I

    Anak-anak tumbuh dalam keluarga yang berbeda-beda.Beberapa orang tua mengasuh dan medukung anak mereka rang tua lainnya bersikap kasar atau mengabaikan anaknya ,beberapa or-tu bercerai,anak lainnya tinggal dalam keluarga yang tidak pernah bercerai, beberapa or-tu atau ayah dan ibu anak bekerja seharian dan menempatkan anaknya dalam kegiatan sekolah tambahan atau kursus. Ayah dan ibu dari anak yang lainnya mungkin sudah ada dirumah ketika anak-anak pulang dari sekolah.Beberapa keluarga anak hidup dalam kemiskinan yang lainnya berkecukupan.
    Pola asuh yang bersifat membatasi dan menghukum. orang tua yang otoriter memerintahkan anak untuk mengikuti petunjuk atau kemauan mereka dan menghormati mereka. mereka membatasi dan mengawasi anak mereka dan tidak mengizinkan anak banyak bicara. misalnya orang tua yang otoriter mungkin mengatakan "lakukan sesuai perintahku".jangan banyak tanya!
    anak-anak yang orang tuanya otoriter seringkali berperilaku atau cenderung cemas menghadapi situasi sosial.
    Ada juga orang tunya yg mendorong anaknya untuk menjadi independen tetapi masih membatasi dan mengawasi tindakan anaknya.
    Terima kasih
    Wassalammualaikum.Wr.Wb

    BalasHapus
  22. Assalammualaikum wrwb
    saya Arini, semester 1

    perkembengan kognitif anak usia 1-2 th.

    Ada beberapa hal pada anak usia ini, dalam mengembangkan rasa keingin tahuannya dimulai dari ia belajar mengamati hal-hal yang ada disekitarnya yang mendorong rasa ingin tahu anak, dan dari kemampuan mengamati ia kemudian meniru biasanya hal yang ditiru adalah prilaku orang tua. Anak mulai dapat berkonsentrasi tergantung pada keadaan atau daya tarik hal yang ada disekitarnya. Belajar mengenal anggota badan, ini dapat diajarkan sambil bernyanyi. Anak juga mulai menampakkan kemampuannya untuk berimajinasi, memahami kalimat yang terdiri dari beberapa kata dan juga anak akan mengalami perkembangan pesat dalam menangkap kata-kata baru oleh karena itu kita sebagai orangtua dan guru harus senantiasa berprilaku dan berkata-kata secara santun.

    perkembangan kognitif anak usia 2-3 th.

    perkembangan anak usia ini sudah semakin kompleks dilihat dari kemampuan anak yang sudah dicapai diantaranya anak sudah dapat berfikir simbolik contohnya anak menyusun bantal-bantal menyerupai rumah. Pada usia anak memasuki tahun ketiga anak mulai dapat mengelompokkan, mengurut, dan menghitung benda berdasarkan bentuknya. kemampuan mengingat anak juga akan meningkat, anak akan mulai memahami dan mengingat perintah sederhana contohnya ambilkan mama sendok kemudian si anak akan pergi ke dapur mengambilkan sendok. Dan pada usia ini perkembangan bicara dan bahasanya sudah semakin baik, contohnya anak akan mulai dapat bercerita mengenai ayah dan bundanya kepada teman-temanya.

    Wassalammualaikum wrwb

    BalasHapus
  23. semester 1. STAINDO AL AQIDAH
    pada dasarnya anak butuh dukungan bagi perkembangan emosinya, ada beberapa hal yng perlu diketahui orangtua untuk mengembangkan emosi anak.
    - tetapkan waktu bermain setiap hari dengan anak, beri kesempatan pada anak untuk menentukan apa yang ia ingin lakukan bersama kita/orangtua.
    - tempatkan anak pada posisi pemimpin dan kita/orngtua pada posisi yang dipimpin.
    - luangkan waktu untuk memecahkan masalah bersama anak. ketika anak merasa sedih karena tidak diajak bermain oleh temannya, kemudian bantu anak mencari penyebabnya, dan cari bersama pemecahannya. acara semacam ini membantu anak belajar berfikir logis dalam mengatasi masalah emosinya, dan menumbuhkan kemampuannya untuk mengantisipasi serta berkesempatan mengatasi masalah emosinya sendiri.
    - melihat dari sudut pandang anak, kalau kita sungguh-sungguh mendengarkan dan berempati terhadap anak, kita dapat memahami alasan anak melakukan segala sesuatu.
    misalnya: saat anak mengamuk, kita perlu mendengarkan alasan mengapa ia melakukan hal itu.
    saat kita paham betul perasaan anak, kita mungkin sekali tidak ikut-ikutan marah saat anak merasa kesal/jengkel karena gagal menyusun balok menjadi bentuk gedung yang ia inginkan.
    misalnya: kita dapat menunjukkan penyebab kegagalannya.
    - berikan batasan, batasan memberi bimbingan dan rasa aman kepada anak. menetapkan batasan dapat dikombinasi dengan waktu bermain bersama anak. khususnya ketika anak menunjukkan perilaku buruk

    BalasHapus
  24. Assalamu 'alaikum wr. wb.

    Saya, Ayi Nurbaeti mahasiswi STAINDO AL AQIDAH Semester 1
    Menurut saya, perkembangan adalah perubahan kearah kemajuan menuju terwujudnya hakekat manusia yang bermartabat dan berkualitas.
    Perkembangan mempunyai sifat menyeluruh (dari berbagai aspek) yang terjadi dalam beberapa tahap dan saling berkesinambungan.
    Perkembangan memiliki beberapa prinsip yaitu :
    Perkembangan tidak akan pernah berhenti
    (setiap individu akan terus berkembang sesuai dengan tahapannya)
    Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi
    (antara lain, aspek emosional, aspek disiplin, aspek agama, dan aspek sosial. Aspek – aspek tersebut lebih banyak di pengaruhi oleh lingkungan sekitar)
    Perkembangan memiliki pola / arah tertentu
    (perkembangan individu dapat terjadi perubahan perilaku yang dapat dipertahankan atau bahkan ditinggalkan
    Perkembangan terjadi dalam beberapa tahap, dapat di golongkan berdasarkan umur, yaitu :
    Masa intraterin
    Masa bayi
    Masa anak sekolah
    Masa remaja
    Masa adonelen
    Perkembangan dapat berjalan sesuai dengan tahapannya menurut situasi dan kondisi dari individu masing – masing serta dari faktor – faktor yang mempengaruhi.
    Terima kasih,
    Wassalamu 'alaikum wr.wb.

    BalasHapus
  25. Asalamualaikum Wr.Wb
    Saya Siti Julaiha Smstr I PAUD CORDOVA,akan mengomentari tentang Psykososial.
    Ada kaitan erat antara keterampilan bergaul dengan masa bahagia dimasa kanak-kanak.Kemampuan anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan,penerimaan lingkungan serta pengalaman-pengalaman positif lain selama melakukan aktifitas sosial merupakan modal dasar yang sangat penting untuk suatu kehidupan sukses dan menyenangkan di masa yang akan datang.Apa yang anak pupuk di masa kanak-kanak akan mereka petik buahnya di masa dewasa kelak.
    Namun, kita semua tahu.Keterampilan bergaul harus kita pelajari.Pada masa awal kehidupan,anak belajar dari orang-orang terdekat dengannya,dalam hal ini orang tua.Itu sebabnya,selain membimbing dan mengajarkan anak bagaimana cara bergaul dengan tepat,orang tua juga dituntut menjadi model yang baik bagi anaknya.Betapa tidak.Anak-anak usia balita yang senang meniru akan meniru apa saja yang dilakukan orang tuanya,termasuk cara bergaul mereka dengan lingkungan.
    Peran orang tua dalam mengembangkan keterampilan bergaul anak memang besar.Selain memberi anak kepercayaan dan kesempatan,orang tua juga diharapkan memberi penguatan lewat pemberian ganjaran atau hadiah kalau anak bertingkah laku positif atau hukuman kalau ia melakukan kesalahan.Dengan begitu anak bisa berkembang menjadi mahluk sosial yang sehat dan bertanggung jawab.
    Perkembangan ini merupakan perkembangan mental anak untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.Perkembangan ini sangat tergantung terhadap apa yang dilihatdari orang tua atau orang-orang yang terdekat disekitarnya.
    Untuk menunjang perkembangan 4 aspek tersebut diperlukan nutrisi yang tepat.
    Demikianlah komentar saya.
    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    BalasHapus
  26. saya siti rumani. semester 1. STAINDO AL AQIDAH
    komentar tentang perkembangan emosi
    menurut saya perkembangan emosi memainkan peran yang sedemikian penting dalam kehidupan, baik emosi yang menyenangkan bahkan setiap macam emosi mempengaruhi cara menyesuaikan pribadi dan sosisal yang dilakukan anak. dengan meningkatnya usia anak, reaksi emosional anak menjadi kurang menyebar dan lebih dapat dibedakan.
    contoh: anak lebih mudah memperlihatkan ketidak senangan semata-mata hanya dengan menjerit dan menangis. kemudian reaksi mereka semakin bertambah yang meliputi perlawanan melempar benda, mengencangkan tubuh, lari, menghindar, bersembunyi dan mengeluarkan kata-kata.
    ditinjau sebagai suatu kelompok, anak laki-laki lebih sering dan kuat mengekspresikan emosi yg sesuai dengan jenis kelamin mereka. misalnya: marah.
    dibandingkan dengan emosi yg dianggap lebih sesuai bagi perempuan, takut, cemas, dll. rasa cemburu dan iri biasanya terdapat pada keluarga.

    BalasHapus
  27. Nama saya mugiyatmi semester I AL AQIDAH.

    Menurut saya memang setiap anak harus memiliki perkembangan, adapun perkembangan ilmu yang mengajarkan yaitu Ilmu Psikologi. Perkembangan yang paling dapat terlihat yaitu perkembangan fisik. Fisik anak dapat dilihat mulai dari bayi, anak-anak remaja dan dewasa. Perkembangan fisik mulai dari kepala, badan kaki tangan dan lain lain. Jika bayi badan kecil belum dapat berjalan. Perkembangan Kognotif yaitu perkembanga terhadap ilmu pengetahuan mulai dari tidak mengetahui menjadi tau seperti bagaimana cara kita menghitung, memasak dan lain lain.
    Perkembangan Psikososial yaitu perkembangan anak untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya baik lingkungan interen maupun eksteran, perkembangan ini sesuai dengan usia anak dimana anak memperoleh pergaulannya apakah dirumag atau disekolah juga di lingkungannya

    BalasHapus
  28. nama saya anita semester 1 staindo al aqidah
    menurut saya ciri2 pertumbuhan tubuh bertambahnya organ tubuh dari yang tidak ada menjadi ada dari yang sedikit menjadi banyak contoh bertumbuhnuya organ tubuh contoh : dulunya tidak ada gigi sekarang menjadi ada contoh : yg sedikit menjadi banyak :rambut pendek menjadi panjang contoh orang dewasa ;pada wanita dulunya tidak ada tonjolan pada buah dada sekarang setelah dewasa sudah ada tojolan pada orang dewasa pda wanita pada laki2 dulunya tidak ada jakun sekarang menjadi ada jakunnya pada orang laki2 dewasa tumbuhnya beberapa jenis rambut pada orang dewasa.

    BalasHapus
  29. assalamualakum wr wb.
    saya ratnawati smstr 1 AL-AQIDAH
    yang ingin saya komentari yaitu mengenai perkembangan emosi anak. pada anak usia 4-6 tahun atau anak usia TK memang sudah mempunyai emosi seperti rasa sayang, senang, sedih, takut, marah dan juga berani.saya ambil contoh:
    1. ketika seorang anak mengerjakan tugas yang diberikan guru dan mendapatkan nilai A (bagus) atau mendapatkan bintang sebagai reward dia akan senang dan gembira.
    2. jika ada teman yang mengambil pensil warna atau benda miliknya dia menunjukkan rasa marahnya dengan berteriak atau menangis.
    dari contoh diatas menunjukkan bahwa memang anak usia 4-6 tahun sudah mempunyai rasa emosi. sebagai guru di sekolah harus bisa mengontrol emosi anak jangan sampai emosinya menjadi tinggi yaitu dengan cara mendidik anak didik kita untuk mau bersabar dan mau memaafkan kesalahan temannya. begitu juga orang tua di rumah juga harus mengajarkan hal yang sama supaya anak selalu ingat bahwa saling memaafkan itu perbuatan yang baik sehingga disayang Allah dan teman di sekolah.

    BalasHapus
  30. ASSMUALAIKUM NAMA SAYA OOS SAYA SEMESTER 1`SAYA INGIN MENGOMENTARI TENTANG PERKEMBANGAN ANAK MENURUT SAYA ANK PADA USIA 4-6SUDAH MEMILIKI RASA MARAH,KESEL ,SAYANG PERHATIAN SETIAP DI KELAS ANKSELALU BERMAIN DAN MEREKA SELALU BERANTEM KARENA BEREBUT SOAL MAINAN DAN SEBAGAI GURU KITA HARUS MEMBERI PENGERTIAN PADA SI ANAK KLU KITA BERMAIN HARUS SAMA SAMA DAN GA BOLEH REBUTAN DI SITU EMOSI ANAK AKAN KELIHATAN DIA AKAN MARAH DAN AKAN MEMUKUL TEMANYA CONTOH
    1.APABILA ANAK DI SURUH OLEH GURU UNTUK MAJU KE DEPAN UNTUK MENYAYI DAN DI KASIH TEPUK TANGAN OLEH TEMANYA DAN DI KASIH PUJIAN MAKA IA AKAN MERASA SENANG DAN GEMBIRA
    2.ANAK AKAN MERASA MALU DAN SEDIH APABILA IA MAJU KE DEPAN NNTUK MENGERJAKAN TUGAS TAPI SALAH DAN TEMAN TEMAN MENRERTAWAKAN MAKA IA akan merasa sedih dan malu

    BalasHapus
  31. Semulanya saya sangat ingin membaca tulisan Anda ini. Namun setelah membaca kalimat pertama yang menyatakan bahwa "Psyche" yang artinya jiwa atau rokh, saya menjadi mundur. Rokh sangat berebeda dari jiwa, ROKH adalah objek yang TIDAK MUNGKIN DIPELAJARI, tidak perlu didik, disirami dan dibina. Yang perlu dididik, dibentuk dan dibina adalah JIWA.

    BalasHapus